Psikotes, Perlu Apa Nggak Sih?

 Pendidikan merupakan upaya peningkatan keunggulan Sumber Daya Manusia yang paling efektif, dengan pendidikan yang unggul yang diselenggarakan dalam satuan pendidikan yang ungul diharapkan mampu menghasilkan Sumber Daya Manusia yang unggul untuk berkembang maju dan bersaing pada tingkat regional, nasional dan global dimana di dalamnya anak dapat tumbuh dan berkembang menjadi anak yang memiliki karakter dan prestasi unggulan, sesuai dengan potensi yang disemai oleh Sang Pencipta di dalam dirinya.

Dengan keunggulan yang demikian, anak diharapkan tidak saja mampu meraih prestasi terbaik di sekolah dan di pendidikan lanjutan, melainkan juga berhasil meraih karir gemilang di dunia kerja, dan memberi banyak manfaat bagi keluarga dan masyarakat.

Setidaknya ada 4 (empat) potensi dasar yang menopang keberhasilan anak, yakni potensi kecerdasan, kepribadian, minat bakat, dan pola belajar anak. Agar dapat secara efektif mengembangkan anak menjadi anak unggulan, empat potensi dasar tersebut seyogyanya diketahui oleh orang tua dan guru sejak dini.

Dengan mengetahui potensi dasar yang dimiliki anak, maka orang tua dan guru dapat terhindar dari kesalahan dalam membina, mengarahkan dan mengasuh anak, sehingga anak tidak sampai salah asuh atau salah jurusan dalam perencanaan individualnya, yang sangat berpotensi menyebabkan anak tidak berprestasi dan tidak dapat berkembang secara optimal selama dalam proses pendidikan, atau kebingungan dalam mencari pekerjaan (menganggur) atau memilih pekerjaan yang sesuai dengan Passion  setelah menyelesaikan pendidikan lanjutan.


Untuk mengetahui potensi kecerdasan, bakat minat serta pola belajar anak, perlu dilakukan penelusuran secara ilmiah melalui kegiatan psikotes. Dari hasil psikotes, sekolah, orang tua dan guru sejak dini dapat memastikan bahwa Perencanaan Individual anak sudah dilakukan dengan baik karena anak diasuh dengan pola yang tepat, berada di lingkungan yang tepat, sekolah lanjutan yang tepat, dan pada jurusan yang tepat sesuai dengan minat dan bakatnya dan belajar sesuai dengan pola belajarnya.

 Pola belajar  atau gaya belajar berhubungan dengan cara anak belajar, serta cara belajar yang disukai. Anak pada umumnya akan sulit memproses informasi dalam satu cara yang dirasa tidak nyaman bagi mereka. Anak memiliki kebutuhan belajar sendiri, belajar dengan cara yang berbeda, serta memproses informasi dengan cara yang berbeda.

Anak-anak yang demikianlah, pada waktunya akan menorehkan prestasi gemilang di sekolah lanjutan ataupun perguruan-perguruan tinggi favorit, dan sukses menjalani karir-karir unggulan. Keberhasilan itu, tidak saja akan mengharumkan nama sekolah, melainkan lebih dari pada itu, mampu mempercepat tercapainya kemajuan, keunggulan dan kesejahteraan daerah dan bangsa di masa depan.

Dalam rangka mewujudkan generasi dan lembaga pendidikan unggulan tersebut, SMP Negeri 1 Lumajang bermitra dengan Pusat Layanan Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang untuk melaksanakan psikotes untuk mendapatkan  rekomendasi yang benar-benar menggambarkan potensi anak yang sesungguhnya. Itulah yang melatar belakangi SMPN 1 Lumajang mengadakan Psikotes.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *